JURNAL PTK ISSN

T Diposting oleh pada 28 Mei 2020
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 140 kali
ptk smp ptk sma ptk sd

Volume 2 Nomor 2, Januari 2020
ISSN: 2654-2536

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MATERI SIFAT TAWAKKAL DAN IKHTIYAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII F MTsN 1 SUBANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh:
Iin Irmayanti
MTsN Subang

ABSTRAK
Pada pra siklus jumlah siswa tuntas belajar mencapai 8 siswa. Nilai rata-rata baru mencapai 66,71 berarti masih di bawah KKM. Hasil observasi menunjukkan skor 21 artinya motivasi belajar siswa rendah.
Pada siklus I jumlah siswa tuntas belajar mencapai 29 siswa, nilai rata-rata mencapai 79,68 artinya model pembelajaran Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi Sifat Tawakkal dan Ikhtiyar.
Pada kegiatan observasi peserta didik, guru menilai bahwa siswa mendengarkan materi yang disampaikan guru, siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak materi Sifat Tawakkal dan Ikhtiyar, siswa dapat mengungkapkan pendapatnya, siswa bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahui dan siswa dapat bekerja kelompok dengan teman lainnya.
Hasil observasi menunjukkan skor 74 artinya motivasi belajar siswa tinggi. Akan tetapi agar lebih kondusif lagi pembelajaran Akidah Akhlak materi Sifat Tawakkal dan Ikhtiyar maka peneliti hendak melaksanakan siklus II.
Pada siklus II jumlah siswa tuntas belajar mencapai 32 siswa, nilai rata-rata mencapai 84,91. Artinya model pembelajaran Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi Sifat Tawakkal dan Ikhtiyar.
Hasil observasi menunjukkan skor 82 artinya motivasi belajar siswa tinggi.

Kata Kunci: Motivasi Belajar, Model Pembelajaran Problem Based Learning
Download PDF

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELAS X PSPR SEMESTER 1

Oleh:
Siti Peni Lestari
SMKN 1 Semarang

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) keaktifan belajar sejarah sejarah siswa selama penerapan model pembelajaran Make a Match, (2) prestasi belajar sejarah siswa setelah penerapan model pembelajaran Make a Match.
Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilakukan dalam 2 siklus. Model penelitian ini terdiri atas empat langkah yaitu, Perencanaan (Planing), Tindakan (acting), Observasi, Refleksi (relfkecting). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X PSPR Semester 1 SMK Negeri 1 Semarang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 35 siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan keaktifan belajar sejarah. Peningkatan ini dapat dilihat dari prosentase keaktifan belajar sejarah siswa pada keadaan awal adalah 52.5%, menjadi 80% pada siklus I, dan meningkat menjadi 92.5% pada siklus II. (2) Penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah. Peningkatan ini dapat dilihat dari rata-rata belajar sejarah siswa pada keadaan awal 68.87 menjadi 84.05 pada siklus I dan meningkat menjadi menjadi 88.67 pada siklus II. Dari segi KKM (75), pada keadaan awal siswa mencapai KKM sebesar 51.61%, siklus I meningkat menjadi 77.41% dan siklus II meningkat menjadi 100%.

Kata Kunci: keaktifan, prestasi, dan model pembelajaran Make a Match.
Download PDF

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE PENDEKATAN BERBASIS AKTIFITAS PADA MATERI ARUS, TEGANGAN DAN TAHANAN LISTRIK PADA JURUSAN TEKNIK AUDIO VIDEO SMK NEGERI 2 KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA KALTIM

Oleh:
Ardiansyah
SMKN 2 Kab. Penanjam Paser Utara Kaltim

ABSTRAK
Hasil penelitian ini adalah: Pada Pra siklus di hasilkan skor observasi 2,14 artinya siswa yang aktif di dalam kelas baru mencapai sekitar 20-30%. Jumlah siswa yang lulus 1, Nilai Rata-rata 69,87.
Pada siklus I Jumlah siswa yang lulus mencapai 6 siswa, nilai rata-rata mencapai 77,65 Artinya metode pendekatan berbasis aktifitas efektif di gunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Arus, tegangan dan tahanan listrik.
Adapun hasil analisis pada Siklus I adalah siswa masih enggan membaca sumber belajar seperti jobsheet yang telah diberikan oleh observer. Mereka lebih memilih bertanya langsung kepada teman daripada mencari referensi terlebih dahulu. Siswa masih kurang aktif di dalam kelompok, itu disebabkan karena siswa hanya pasif mendengarkan apa yang dikatakan oleh tutor. Siswa masih enggan merangkum hal-hal penting yang disampaikan oleh tutor, itu disebabkan karena siswa merasa jobsheet yang diberikan oleh observer sudah mewakili materi yang sedang dijelaskan. Siswa masih kurang aktif dalam merespon pertanyaan yang diajukan. Hal ini terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh guru secara lisan. Beberapa siswa saja yang berani menjawab pertanyaan.
Pada siklus II Jumlah siswa yang lulus mencapai 35 siswa, nilai rata-rata mencapai 82,93. Artinya metode pendekatan berbasis aktifitas efektif di gunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Arus, tegangan dan tahanan listrik.
Pada kegiatan observasi peserta didik, guru menilai bahwa siswa mencatat materi/hasil pembahasan, ikut serta dalam diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan, merespon pertanyaan, mendengarkan penjelasan tutor dalam diskusi, tegas dalam menyampaikan ide/gagasan, mempresentasikan hasil kerja kelompok. Pada pra siklus di hasilkan skor observasi 6 artinya siswa yang aktif di dalam kelas baru mencapai sekitar 80-100%.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Pendekatan Berbasis Aktifitas
Download PDF

KONTRIBUSI PENGGUNAAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) SEBAGAI MEKANISME PENDUKUNG HIGH-LEVEL SECURITY DAN PENDORONG CHARACTER BUILDING DI SMA NEGERI 1 PAGERBARANG

Oleh:
Nursahid
SMAN 1 Pagerbarang Kabupaten Tegal

ABSTRAK
Sekolah merupakan tempat yang strategis untuk memberi rasa aman, nyaman bagi semua warga sekolah dan setiap orang yang hadir di lingkungan sekolah. Akan tetapi tidak setiap saat Petugas Keamanan, warga sekolah tanggap dan siap untuk hal itu. Untuk itu keberadaan CCTV Sangat diperlukan untuk memudahkan pemantauan terhadap setiap kegiatan dan aktifitas yang terjadi sehingga dapat merekam aktifitas dan keadaan sekolah setiap saat. Keberadaan CCTV di sekolah sangatlah penting, karena memberikan kontribusi dalam memaksimalkan keamanan dan kondisi di sekolah termasuk keamanan aset maupun non asset yang dimiliki sekolah. Penggunaan CCTV di sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai proses pemantauan kegiatan belajar, pemantauan perilaku orang, dan pemantauan perilaku siswa selama di sekolah, sebagai upaya mendorong pembiasaan perilaku tertib, santun, dan disiplin siswa dalam mendorong program Character Building. Pemasangan CCTV harus ditempatkan pada titik-titik strategis yang berada di sekolah, agar keamanan, kenyamanan, dan kondisi yang diharapkan dapat tercapai. Pemanfaatan CCTV harus dapat digunakan sebagai bahan evaluasi di sekolah, terutama tentang keamanan, kegiatan pembelajaran, perilaku siswa, perilaku orang di lingkungan sekolah dan yang lainnya.

Kata Kunci: CCTV, Keamanan, Pembentukan Karakter, Siswa, SMA
Download PDF

SUPERVISI AKADEMIK DAPAT MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP KURIKULUM 13 DI SD NEGERI 015 LINGGA TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh:
Zaidan Sukri
SDN 015 Lingga

ABSTRAK
Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegaiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama sebagai berikut:1) membuat program tahunan; 2) membuat silabus; 3) membuat program semester; 4) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran; dan 5) membuat program ulangan/evaluasi.
Dari kelima unsur tersebut di atas, silabus dan RPP merupakan persiapan paling minimal seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2019/2020 di SD Negeri 015 Lingga, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP.
Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauh mana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan motivasi kerja guru dalam penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Kata Kunci: supervisi akademik, motivasi kerja guru dan silabus dan RPP K13
Download PDF

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI PEMBINAAN PADA GURU SMA NEGERI 1 GABUS SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh:
Djoko Priyanto
SMAN 1 Gabus

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru SMA Negeri 1 Gabus, Kabupaten Grobogan. Untuk mengetahui proses pembinaan dengan memanfaatkan hasil penilaian kolaboratif guru SMA Negeri 1 Gabus Kabupaten Grobogan semester I tahun pelajaran 2019/2020 dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru SMA Negeri 1 Gabus, Kabupaten Grobogan, dalam menggunakan media pembelajaran, semester I tahun pelajaran 2019/2020.
Penelitian Tindakan Sekolah ini berlangsung selama kurang lebih 4 (empat) bulan dimulai dari bulan Agustus sampai bulan Nopember 2019. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gabus Kabupaten Grobogan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif.
Hasil penelitian ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam menggunaan media pembelajaran ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata dari prasiklus sebesar 58,33 meningkat pada siklus I menjadi 76,67, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 85. Nilai tertinggi prasiklus sebesar 79,17, meningkat pada siklus I menjadi 87,50, meningkat lagi pada siklus II menjadi 91,67. Nilai terendah pada prasiklus sebesar 25, meningkat pada siklus I menjadi 66,67, meningkat lagi pada siklus II menjadi 79,17. Rentang nilai prasiklus 54,17, turun pada siklus I menjadi 20,83, dan turun lagi pada siklus II menjadi 12,50. Jumlah guru yang berkemampuan sangat baik pada prasiklus, tidak ada, baik, 5 (lima) orang, cukup 10 (sepuluh) orang, kurang 15 (lima belas) orang, pada siklus I kemampuan guru meningkat menjadi: sangat baik 5 (lima) orang, baik 10 (sepuluh) orang, cukup 15 (lima belas) orang, kurang 0 (tidak ada). Pada siklus II meningkat menjadi: sangat baik 15 (lima belas) orang, dan baik 10 (sepuluh) orang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan “Melalui pembinaan dengan memanfaatkan penilaian kolaboratif, dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran bagi guru SMA Negeri 1 Gabus Kabupaten Grobogan Semester I tahun pelajaran 2019/2020, dapat meningkat hingga kriteria baik”, dapat dibuktikan kebenarannya.

Kata Kunci: kemampuan guru, pembinaan, dan media pembelajaran.
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN GURU DALAM MENETAPKAN NILAI KKM MELALUI WORKSHOP DI SD NEGERI SULUR TAHUN 2019

Oleh:
Sumiyarti
SDN Negeri Sulur

ABSTRAK
Pada pra siklus peneliti baru mengamati seberapa besar ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM dan ternyata hasilnya sangat rendah yakni mendapat skor rata-rata cuma 5 artinya ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM kurang baik.
Lalu dilanjutkan siklus I peneliti (kepala sekolah) sudah mengadakan workshop untuk memperbaiki ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM di SD Negeri Sulur.
Acara dalam kegiatan Workshop tersebut adalah pembukaan; ucapan selamat datang dari kepala sekolah; sambutan dari pengawas; materi, materi workshop yaitu menjumlahkan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas, menentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen sesuai dengan kemampuan masing-masing aspek, menetapkan KKM tiap KD, menghitung KKM mata pelajaran; dan doa penutup.
Dilihat dari hasil observasi ada peningkatan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus I, dimana hasil skor rata-rata observasi pra siklus hanya mencapai skor 5 sementara pada siklus I mencapai 9,3 yang artinya ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM baik.
Selanjutnya pada siklus II hasil observasi mencapai skor 11,2 artinya ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM sangat baik.
Workshop dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di SD Negeri Sulur dapat dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan kepala sekolah dalam kegiatan workshop. Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa, workshop sangat efektif untuk meningkatakan ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM, karena guru memiliki kesempatan mendiskusikan secara bersama-sama untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan berdasarkan keadaan di lapangan, kemudian dapat memperbaikinya atau melakukan tindak lanjut pada siklus berikutnya secara terus menerus apabila masalah belum terselesaikan.

Kata Kunci: ketrampilan guru dalam menetapkan nilai KKM, workshop
Download PDF

MENINGKATKAN KETRAMPILAN PENGUASAAN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 CIBEBER MELALUI METODE BERMAIN DAN BERLOMBA TAHUN AJARAN 2016/2017

Oleh:
Umar Nazhan
SMA Negeri 1 Cibeber

ABSTRAK
Pendekatan pembelajaran yang sifatnya tradisional, seringkali menyudutkan para guru pendidikan jasmani ke dalam situasi dilematis, yaitu; apakah pembelajaran menekankan pada ketrampilan penguasaan teknik gerakan, atau pada peningkatan kemampuan bermain suatu cabang olahraga, atau pada kedua-duanya. Penekanan maupun yang diterapkan guru, hasilnya tidak akan mencerminkan apa yang sebenarnya diharapkan dari pengajaran pendidikan jasmani yang benar. Jelas kiranya pendekatan pengajaran yang sifatnya menyenangkan bagi anak (pelajar) diasumsikan sangat efektif sebagai metode pengajaran dalam pembelajaran penguasaan ketrampilan olaharaga bola basket. Dari latar belakang itulah kenapa guru yang disini berperan sebagai peneliti hendak melakukan kajian lebih mendalam dalam sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Meningkatkan Ketrampilan Penguasaan Bola Basket pada Siswa Kelas X SMA N 1 Cibeber melalui Metode Bermain dan Berlomba Tahun Ajaran 2016/2017”
Hasil penelitian yang dilakukan di Kelas X SMA N 1 Cibeber Tahun Ajaran 2016/2017, yaitu: “Meningkatkan Ketrampilan Penguasaan Bola Basket pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Cibeber melalui Metode Bermain dan Berlomba Tahun Ajaran 2016/2017 dapat kondusif dan berjalan dengan lancar. Dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu, dengan konsep 4x pertemuan maka metode bermain dan berlomba berdampak positif bagi proses pembelajaran mata pelajaran penjas khususnya pada materi penguasaan bola basket. Metode seperti ini sangat cocok sekali diterapkan pada siswa. Dengan metode Bermain dan Berlomba siswa dapat lebih mudah memahami dan mempraktekkan cara penguasaan bola basket yang baik.

Kata Kunci: Meningkatkan Ketrampilan Penguasaan Bola Basket, Metode Bermain dan Berlomba
Download PDF

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN POSISI STRATEGIS INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 CIBEBER

Oleh:
Jatnika Permadi
SMA Negeri 1 Cibeber

ABSTRAK
Motivasi belajar sangat penting dalam kegiatan berajar mengajar, sebab adanya Motivasi belajar mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi belajar akan melemahkan semangat belajar. Seorang siswa yang belajar tanpa Motivasi belajar, tidak akan berhasil dengan maksimal.
Pada pra siklus di peroleh skor 23,30 artinya motivasi belajar siswa kurang. kemudian siklus I menghasilkan skor rata-rata hasil observasi 43,3 yang berarti motivasi belajar siswa baik, lalu pada siklus II menghasilkan skor rata-rata hasil observasi 63,3 yang berarti Motivasi belajar siswa baik sekali.
Pada kegiatan observasi peserta didik, Guru menilai bahwa siswa dapat aktif memperhatikan penjelasan guru dalam kegiatan pembelajaran, siswa aktif bertanya kepada guru atau teman mengenai materi yang belum dipahami, siswa mengerjakan tugas yang diberikan tepat waktu, siswa memanfaatkan waktu yang ada untuk berdiskusi tentang pelajaran, dengan teman maupun dengan guru, siswa aktif membaca buku untuk, mencari sumber jawaban yang benar dalam mengerjakan tugas di kelas, siswa aktif berdiskusi dengan teman- temen dalam menyelesaikan tugas, siswa tekun dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, siswa tidak mudah putus asa dalam mengerjakan sesuatu di kelas, siswa tidak malu apabila mengalami kegagalan dan mampu untuk bangkit lagi menjadi lebih baik, dalam mengerjakan soal atau mengerjakan tugas di kelas, siswa dapat mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari, siswa menunjukkan kepedulian terhadap teman-temannya yang belum berhasil, siswa berusaha mengerjakan tugas sesuai dengan kemampuannya, siswa percaya diri dalam melakukan sesuatu di kelas saat pelajaran, siswa berani menyampaikan pendapat dalam forum diskusi kelas, siswa mampu mempertahankan pendapatnya beserta alasannya di hadapan teman yang lainnya.

Kata Kunci : Motivasi Belajar Siswa, Model Pembelajaran Problem Based Learning
Download PDF

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI PEMBAGIAN SUSUN (POROGAPIT) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS VI SD NEGERI SUKATANI KECAMATAN CIBEBER TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh:
Lina Rosmalina
SD Negeri Sukatani

ABSTRAK
Pada siklus I siswa masih terlihat bingung dengan tugas mereka di kelas, hal ini dapat disebabkan pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning merupakan hal baru dan belum diterapkan sebelumnya sehingga pencapaian hasil belajar yang dicapai siswa sudah maksimal. Dengan usaha dan bimbingan yang tekun diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan harapan dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa yang lebih baik.
Adapun hasil observasi siklus I diperoleh skor 181 artinya motivasi belajar siswa pada pelajaran Matematika materi pembagian susun (porogapit) baik, dan jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 22 sedangkan rata-rata kelas siklus I adalah 75,79.
Hasil observasi motivasi belajar siswa pada siklus II menyebutkan bahwa ketertarikan siswa untuk mempelajari materi pembelajaran meningkat dibandingkan siklus sebelumnya sehingga dapat dikatakan siswa semakin terpemahamkan dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning oleh siswa.
Adapun hasil observasi siklus II diperoleh skor 220 artinya motivasi belajar siswa pada pelajaran Matematika materi pembagian susun (porogapit) sangat baik, dan jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 28 sedangkan rata-rata kelas siklus II adalah 80,48.

Kata Kunci: motivasi belajar siswa pada pelajaran Matematika materi pembagian susun (porogapit), model pembelajaran Problem Based Learning
Download PDF

Belum ada Komentar untuk JURNAL PTK ISSN

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait JURNAL PTK ISSN

JURNAL INSPIRATOR GURU

JURNAL INSPIRATOR GURU

T 29 Mei 2020 F A aankurn

Volume 2 Nomor 4, Mei 2020ISSN: 2654-2536 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (MEMBACA) MELALUI PEMBELAJARAN KELOMPOK (PARTISIPATIF) SISWA KELAS I SD NEGERI 79/I TELUK TAHUN PELAJARAN 2019/2020Oleh:Endang YuliawatiSDN 79/I Teluk ABSTRAKPeningkatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan prestasi belajar Bahasa... Selengkapnya

JURNAL KENAIKAN PANGKAT GURU

T 22 September 2020 F A aankurn

Volume 2 Nomor 6, September 2020ISSN: 2654-2536 PENYELENGGARAAN LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PADA GURU-GURU SDN 005 BINTAN UTARA KECAMATAN BINTAN UTARA KABUPATEN BINTAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019Oleh:Endang WahyuningsihEmail: endangw.sdn005binut@gmail.comSDN 005 Bintan Utara ABSTRAKHasil akhir... Selengkapnya

DOWNLOAD JURNAL KENAIKAN PANGKAT

DOWNLOAD JURNAL KENAIKAN PANGKAT

T 27 Juli 2020 F A aankurn

Volume 2 Nomor 5, Juli 2020ISSN: 2654-2536 PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK INDAHNYA KEBERSAMAAN MELALUI MEDIA POWERPOINT PADA SISWA KELAS KELAS IV SEMESTER I DI SD NEGERI 17/I RANTAU PURI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANG HARIOleh:MardiahEmail: batin2410@gmail.comSDN 17/I Rantau Puri ABSTRAKPembelajaran... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi TIM kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.