Beranda » Jurnal Ilmiah » 9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

T Diposting oleh pada 18 November 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 700 kali

Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dalam bentuk tulisan sesuai EYD, maka siswa akan diberikan materi mengenai penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia. Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat sebuah tulisan ilmiah, lengkap dengan komponen-komponenya.

Pengertian Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah merupakan artikel yang disusun sedemikian rupa, untuk memberikan kontribusi terhadap teori dan juga penerapan ilmu. Pada umunya, tulisan ini disusun mulai dari judul hingga daftar pustaka. Diharuskan setiap bagian memiliki kualitas tinggi, baik dari tata bahasanya maupun temanya.

Dalam membuat jurnal ilmiah, disarankan untuk mengetahui ruang lingkup bidang keilmuan yang dipilih. Ini dilakukan untuk mengecek apakah artikel sudah sesuai atau belum. Selanjutnya, mencari referensi atau materi tentang topik pembahasannya.

Setelah itu, Anda baru bisa mulai menulis jurnal ilmiah sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD ) bahasa Indonesia secara benar. Usahakan jangan sampai ada typo dalam penulisan, karena dapat mengurangi nilainya.

Komponen Penulisan Jurnal Bahasa Indonesia

Saat menulis sebuah jurnal ilmiah, selain memperhatikan tata dan gaya bahasanya, juga harus paham dan mengerti tentang komponen yang harus ada di dalamnya. Jika Anda belum mengetahuinya, simak penjelasan di bawah ini:

1. Judul

Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan adanya hal tersebut, maka akan mempermudah pembaca dalam mengetahui inti tulisan, tanpa harus membacanya secara keseluruhan.

Judul yang dibuat dalam tulisan tersebut tidak diperbolehkan memiliki makna ganda. Selain itu, jangan lebih dari 12 kata untuk jurnal PTK bahasa Indonesia. Ini ditulis di tengah atas halaman menggunakan huruf kapital serta dicetak tebal.

2. Nama dan Alamat Penulis

Nama penulis dalam jurnal PTK harus ditulis tanpa mencantumkan gelar dan usahakan tetap tidak salah. Poin ini cukup penting untuk pengindeksan siapa pengarangnya.

Selanjutnya, juga lengkapi dengan alamat rumah dan e-mail. Tulis secara jelas dan letakkan pada footnote (catatan kaki) di halaman judul dengan ukuran huruf lebih kecil dari bagian lainnya.

3. Abstrak

Perlu digaris bawahi bahwasanya abstrak itu berbeda dengan ringkasan. Dalam penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia, komponen ini berfungsi untuk mencerna secara singkat isi dari tulisan. Bagian ini diharuskan menyajikan tidak lebih dari 200 kata yang mencangkup tujuan, metode, hasil dan juga kesimpulannya.

Penulisan abstrak tidak boleh menggunakan singkatan ataupun kutipan, karena harus berdiri sendiri tanpa footnote. Biasanya komponen ini dibuat terakhir. Cara mudah dalam menyusunnya adalah dengan mengutip poin-poin paling penting di setiap bagian, dan ditulis menggunakan jarak 1 spasi.

4. Kata Kunci

Dalam membuat abstrak harus dilengkapi dengan kata kunci 3-5, berisi istilah-istilah dengan mewakili konsep-konsep dan ide-ide dasar yang dibahas dalam jurnal ilmiah ini.

5. Pendahuluan

Pada bagian pembahasan berisi latar belakang, rumusan masalah yang akan diteliti, kaitkan juga dengan teori dan terakhir uraikan tujuan melakukan penelitian tersebut. Kurang lebih dibuat antara 4 sampai 6 halaman.

6. Metode Penelitian

Di bagian ini, akan menjelaskan tentang metode yang digunakan. Di dalamnya mencakup waktu dan lokasi penelitian, teknik pengumpulan data dan sebagainya. Kurang lebih ditulis minimal 1 halaman.

7. Pembahasan

Pembahasan dibagi menjadi beberapa sub bab dan dibuat kurang lebih 4-6 halaman. Isi pembahasan ini yaitu menjelaskan keterkaitan data yang diperoleh dengan teori, menghubungkan hasil penelitian Anda dengan lainnya dan cari tahu persamaan maupun perbedaannya.

8. Kesimpulan dan Saran

Berisi tentang penegasan dari penulis tentang hasil penelitian dan juga pembahasan. Sedangkan saran hendaknya didasari oleh data temuan saat melakukan penelitian, pengembangan teori baru, berimplikasi praktis dan sebagainya.

9. Daftar Pustaka

Pada bagian ini, ditulis langsung setelah teks berhasil. Kalimat pada tulisan daftar pustaka dicetak tebal dengan huruf tegak dan kapital semua.

Itulah 9 komponen penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia. Diharapkan setelah membaca uraian di atas, selanjutnya bisa menyusun tulisan dengan baik dan benar.

Belum ada Komentar untuk 9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait 9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

JURNAL PTK SMK & KARAKTERISTIKNYA YANG WAJIB DIKETAHUI

JURNAL PTK SMK & KARAKTERISTIKNYA YANG WAJIB DIKETAHUI

T 24 Desember 2019 F A aankurn

Jurnal PTK SMK merupakan penelitian yang bertujuan meningkatkan proses pembelajaran siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jurnal PTK ini tidak hanya terfokus pada mata pelajaran umum, tetapi juga mata pelajaran yang bersifat konsentrasi kejuruan yang diajarkan di sekolah. Pentingnya Jurnal PTK... Selengkapnya

NAMA-NAMA JURNAL ILMIAH NASIONAL TERAKREDITASI

NAMA-NAMA JURNAL ILMIAH NASIONAL TERAKREDITASI

T 26 November 2019 F A aankurn

Jurnal Ilmiah Nasional telah terakreditasi diakui statusnya melalui Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018. Namun, perlu dipamahai dahulu tentang jenis, tema, penulis dan juga namanya. Dengan mengetahui hal tersebut, saat menggunakan jurnal ilmiah nasional terakreditasi akan lebih mudah untuk menemukan beberapa... Selengkapnya

JURNAL PTK SMP

JURNAL PTK SMP

Jurnal PTK SMP tentunya harus dibuat dengan sebaik-baiknya oleh seorang guru. Kegiatan tersebut bukan hanya soal pemenuhan kewajiban profesi keguruan saja, namun lebih mendalam terhadap adanya kemanfaatanya terhadap para pelaku pendidikan. Manfaat PTK Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama Penulisan jurnal... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi TIM kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.