Beranda » Jurnal Ilmiah » 9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

T Diposting oleh pada 18 November 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 249 kali

Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dalam bentuk tulisan sesuai EYD, maka siswa akan diberikan materi mengenai penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia. Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat sebuah tulisan ilmiah, lengkap dengan komponen-komponenya.

Pengertian Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah merupakan artikel yang disusun sedemikian rupa, untuk memberikan kontribusi terhadap teori dan juga penerapan ilmu. Pada umunya, tulisan ini disusun mulai dari judul hingga daftar pustaka. Diharuskan setiap bagian memiliki kualitas tinggi, baik dari tata bahasanya maupun temanya.

Dalam membuat jurnal ilmiah, disarankan untuk mengetahui ruang lingkup bidang keilmuan yang dipilih. Ini dilakukan untuk mengecek apakah artikel sudah sesuai atau belum. Selanjutnya, mencari referensi atau materi tentang topik pembahasannya.

Setelah itu, Anda baru bisa mulai menulis jurnal ilmiah sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD ) bahasa Indonesia secara benar. Usahakan jangan sampai ada typo dalam penulisan, karena dapat mengurangi nilainya.

Komponen Penulisan Jurnal Bahasa Indonesia

Saat menulis sebuah jurnal ilmiah, selain memperhatikan tata dan gaya bahasanya, juga harus paham dan mengerti tentang komponen yang harus ada di dalamnya. Jika Anda belum mengetahuinya, simak penjelasan di bawah ini:

1. Judul

Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan adanya hal tersebut, maka akan mempermudah pembaca dalam mengetahui inti tulisan, tanpa harus membacanya secara keseluruhan.

Judul yang dibuat dalam tulisan tersebut tidak diperbolehkan memiliki makna ganda. Selain itu, jangan lebih dari 12 kata untuk jurnal PTK bahasa Indonesia. Ini ditulis di tengah atas halaman menggunakan huruf kapital serta dicetak tebal.

2. Nama dan Alamat Penulis

Nama penulis dalam jurnal PTK harus ditulis tanpa mencantumkan gelar dan usahakan tetap tidak salah. Poin ini cukup penting untuk pengindeksan siapa pengarangnya.

Selanjutnya, juga lengkapi dengan alamat rumah dan e-mail. Tulis secara jelas dan letakkan pada footnote (catatan kaki) di halaman judul dengan ukuran huruf lebih kecil dari bagian lainnya.

3. Abstrak

Perlu digaris bawahi bahwasanya abstrak itu berbeda dengan ringkasan. Dalam penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia, komponen ini berfungsi untuk mencerna secara singkat isi dari tulisan. Bagian ini diharuskan menyajikan tidak lebih dari 200 kata yang mencangkup tujuan, metode, hasil dan juga kesimpulannya.

Penulisan abstrak tidak boleh menggunakan singkatan ataupun kutipan, karena harus berdiri sendiri tanpa footnote. Biasanya komponen ini dibuat terakhir. Cara mudah dalam menyusunnya adalah dengan mengutip poin-poin paling penting di setiap bagian, dan ditulis menggunakan jarak 1 spasi.

4. Kata Kunci

Dalam membuat abstrak harus dilengkapi dengan kata kunci 3-5, berisi istilah-istilah dengan mewakili konsep-konsep dan ide-ide dasar yang dibahas dalam jurnal ilmiah ini.

5. Pendahuluan

Pada bagian pembahasan berisi latar belakang, rumusan masalah yang akan diteliti, kaitkan juga dengan teori dan terakhir uraikan tujuan melakukan penelitian tersebut. Kurang lebih dibuat antara 4 sampai 6 halaman.

6. Metode Penelitian

Di bagian ini, akan menjelaskan tentang metode yang digunakan. Di dalamnya mencakup waktu dan lokasi penelitian, teknik pengumpulan data dan sebagainya. Kurang lebih ditulis minimal 1 halaman.

7. Pembahasan

Pembahasan dibagi menjadi beberapa sub bab dan dibuat kurang lebih 4-6 halaman. Isi pembahasan ini yaitu menjelaskan keterkaitan data yang diperoleh dengan teori, menghubungkan hasil penelitian Anda dengan lainnya dan cari tahu persamaan maupun perbedaannya.

8. Kesimpulan dan Saran

Berisi tentang penegasan dari penulis tentang hasil penelitian dan juga pembahasan. Sedangkan saran hendaknya didasari oleh data temuan saat melakukan penelitian, pengembangan teori baru, berimplikasi praktis dan sebagainya.

9. Daftar Pustaka

Pada bagian ini, ditulis langsung setelah teks berhasil. Kalimat pada tulisan daftar pustaka dicetak tebal dengan huruf tegak dan kapital semua.

Itulah 9 komponen penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia. Diharapkan setelah membaca uraian di atas, selanjutnya bisa menyusun tulisan dengan baik dan benar.

Belum ada Komentar untuk 9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait 9 KOMPONEN PENULISAN JURNAL ILMIAH BAHASA INDONESIA

JURNAL NASIONAL TERAKREDITASI

JURNAL NASIONAL TERAKREDITASI

Mempublikasikan jurnal nasional terakreditasi bukanlah pekerjaan gampang untuk dilakukan. Hanya orang-orang dengan pengetahuan luas serta memiliki skill kepenulisan berkualitas saja yang dapat menjalankannya. Di sana juga ada beberapa syarat agar karya ilmiah Anda bisa diakreditasi. Syarat Agar Jurnal Terakreditasi Nasional... Selengkapnya

CONTOH JURNAL ILMIAH SINGKAT

CONTOH JURNAL ILMIAH SINGKAT

T 25 November 2019 F A aankurn

Perlu disajikan contoh Jurnal Ilmiah Singkat dan tepat bagi seseorang yang belum terbiasa berkecimpung ke dalam dunia penulisan. Hal ini dimaksudkan agar orang tersebut dapat mengerti dan memahami konsep dasar sebuah jurnal ilmiah. Contoh Jurnal Ilmiah Jurnal memiliki berbagai macam... Selengkapnya

APA SAJA METODE JURNAL PTK?

APA SAJA METODE JURNAL PTK?

T 16 Desember 2019 F A aankurn

Dalam membuat jurnal, harus menggunakan metode yang dianggap cocok untuk kebutuhan permasalahannya. Apalagi kalau hal semacam ini menyangkut peroblematika pendidikan di kelas. Dengan metode jurnal PTK yang tepat, akan meningkatkan pola fikir objek penelitian. Beberapa Metode Membuat Jurnal PTK Dalam... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi TIM kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.