Beranda » Uncategorized » TAHUN KETIGA JURNAL INSPIRATOR GURU

TAHUN KETIGA JURNAL INSPIRATOR GURU

T Diposting oleh pada 19 November 2020
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 98 kali

Volume 3 Nomor 1, November 2020
ISSN: 2654-2536

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMK NEGERI SE-KOTA KENDARI KOTAMADYA KENDARI
Oleh:
Abri
Email: abri67pengawas@gmail.com
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi tenggara

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peranan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru yang meliputi enam aspek, yaitu: peran kepala sekolah sebagai leader, peran kepala sekolah sebagai motivator, peran kepala sekolah sebagai supervisor, peran kepala sekolah sebagai inovator, peran kepala sekolah sebagai manajer, dan peran kepala sekolah sebagai edukator. Penelitian ini dilakukan di SMK se-kota Kendari pada bulan Januari-Februari 2018.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan staf karyawan SMK se-kota Kendari Selatan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel guru yang mengajar di SMK se-kota Kendari sebanyak 20 orang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: pelaksanaaan peran kepala sekolah di di SMK se-kota Kendari berjalan dengan cukup baik dalam hal ini peran kepala sekolah dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru sangat dominan. Pemberdayaan tenaga pengajar (peningkatan profesionalisme guru), karyawan, peningkatan sarana pembelajaran, pengawasan terhadap proses belajar mengajar yang kesemuanya dapat berjalan dengan cukup baik, ditentukan melalui peran kepala sekolah yang meliputi keenam dimensi tersebut di atas.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi pihak sekolah yang menjadi tempat penelitian, para civitas akademika, para mahasiswa, para pengajar terutama dalam rangka memberikan motivasi kepada mahasiswa agar senantiasa meningkatkan prestasi pendidikannya.

Kata kunci: peranan kepala sekolah, profesionalisme guru, deskriptif kuantitatif
Download PDF

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI IN HOUSE TRAINING (IHT) DI SD NEGERI 69/1 SIMPANG AMPELU KECAMATAN MUARA TEMBESI TAHUN 2020
Oleh:
Ratna
Email: ratnaramli1970@gmail.com
SD Negeri 69/1 Simpang Ampelu

ABSTRAK
Pada pra siklus peneliti baru mengamati seberapa besar kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan ternyata hasilnya sangat rendah yakni mendapat skor rata-rata cuma 5 artinya kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kurang baik
Lalu dilanjutkan siklus I peneliti (kepala sekolah) sudah mengadakan In House Training (IHT) untuk memperbaiki kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SD Negeri No.69/I Simpang Ampelu Kecamatan Muara Tembesi.
Dilihat dari hasil observasi ada peningkatan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus I, dimana hasil skor rata-rata observasi pra siklus hanya mencapai skor 5 sementara pada siklus I mencapai 9,3 yang artinya kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) baik.
Selanjutnya pada siklus II hasil observasi mencapai skor 11,2 artinya kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sangat baik.
In House Training (IHT) dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di SD Negeri No.69/I Simpang Ampelu Kecamatan Muara Tembesi dapat dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan kepala sekolah dalam kegiatan In House Training (IHT). Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa, In House Training (IHT) sangat efektif untuk meningkatakan Kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), karena guru memiliki kesempatan mendiskusikan secara bersama-sama untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan berdasarkan keadaan di lapangan, kemudian dapat memperbaikinya atau melakukan tindak lanjut pada siklus berikutnya secara terus menerus apabila masalah belum terselesaikan.

Kata kunci: kemampuan guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM), In House Training (IHT)
Download PDF

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES BERBANTU MEDIA GAMBAR SISWA KELAS I SD NEGERI NO. 69/I SIMPANG AMPELU TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Oleh:
Isma Repelita
Email: ratnaramli1970@gmail.com
SD Negeri 69/1 Simpang Ampelu

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 SD Negeri No. 69/I Simpang Ampelu Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari dengan menggunakan media gambar dengan pendekatan keterampilan proses.
Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan subjek penelitian siswa kelas I SD Negeri No. 69/I Simpang Ampelu Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 13 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus memiliki tiga komponen yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Teknik penilaian berbentuk tes menulis permulaan pada tema kegemaranku subtema gemar menggambar. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan penelitian ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan menulis permulaan pada tema kegemaranku subtema gemar menggambar siswa yang ditandai dengan 85% siswa mencapai KKM yang telah ditetapkan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dengan pendekatan keterampilan proses terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 SD Negeri No. 69/I Simpang Ampelu. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari rata-rata nilai hasil evaluasi siswa yang mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Rata-rata hasil tes menulis pada pra tindakan sebesar 69,23. Siklus I rata-rata siswa meningkat menjadi 78,85. Peningkatan rata-rata hasil evaluasi menulis permulaan siswa dari pra tindakan ke siklus I sebesar 9,62. Pada siklus II rata-rata hasil evaluasi siswa meningkat menjadi 86,15. Hal itu menunjukkan bahwa rata-rata hasil evaluasi siswa meningkat lagi sebesar 7,30.

Kata kunci: kemampuan menulis permulaan, keterampilan proses
Download PDF

PENGGUNAAN METODE REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR TEMATIK TEMA MERAWAT HEWAN DAN TUMBUHAN SISWA KELAS II SD NEGERI 118/I DUSUN AMPELU TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Oleh:
Juraira
Email: jurairamunir@gmail.com
SD Negeri 118/I Dusun Ampelu

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar tematik Tema merawat hewan dan tumbuhan pada pada siswa kelas II SD Negeri 118/I Dusun Ampelu.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas II SD Negeri 118/I Dusun Ampelu yang berjumlah 24 siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis and Taggart. Metode pengumpuan data adalah angket, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif yaitu dengan mencari rerata.
Penggunaan penguatan (reinforcement) dapat meningkatkan motivasi siswa. Motivasi siswa terlihat dari antusias, rasa senang, tertarik dalam dalam pembelajaran dan memiliki rasa ingin tahu. Peningkatan motivasi siswa dilihat berdasarkan hasil rata-rata observasi (pengamatan), angket dan wawancara terhadap siswa setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,21 dengan presentase ketuntasan sebesar 70,83% atau 17 siswa telah memenuhi KKM dan pada siklus II hasil belajar pada siklus II diperoleh rerata sebesar 83,67 dengan prosentase ketuntasan sebesar 95,83%. Dari kegiatan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, juga terjadi peningkatan pada motivasi siswa.

Kata kunci: metode reinforcement , motivasi belajar, prestasi belajar
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI TEKNIK SUPERVISI INDIVIDUAL DI SD NEGERI BERUGE TAHUN 2019
Oleh:
Makmun
Email: makmunmura@gmail.com
SD Negeri Beruge

ABSTRAK
Dalam proses pembelajaran tematik, aspek siswa menjadi perhatian utama, kegiatan belajar tidak lagi dimonopoli oleh guru (teacher centre) dan guru harus dapat menyajikan pembelajaran dengan menggunakan banyak metode, agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan bermanfaat bagi siswa, maka metode yang dipilih harus dapat mengembangkan kreatifitas mereka seseuai dengan perkembangan serta kebutuhan peserta didik. Apabila dikaitkan dengan tingkat perkembangan anak, pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang memerhatikan dan menyesuaikan pemberian konsep sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Oleh karenanya, kepala sekolah hendak meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran tematik melalui teknik supervisi individual. Supervisi dalam dunia pendidikan sangatlah penting.
Hasil refleksi siklus I adalah hasil pembelajaran tematik pada siklus I rata-rata 42,83 (B) guru yang mendapatkan nilai C sebanyak 2 orang yang mendapatkan nilai B sebanyak 3 orang dan yang mendapatkan nilai A sebanyak 1 orang. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching menunjukkan meningkat dibanding hasil kondisi awal yang rata- ratanya 33,83 (C) peningkatannya 27% namun masih ada guru yang mendapat nilai cukup 2 orang maka perlu adanya tindakan siklus II.
Hasil refleksi siklus II adalah berdasarkan data, hasil pembelajaran tematik pada siklus II rata-rata 63 (A) guru yang mendapatkan nilai B sebanyak 1 orang dan yang mendapatkan nilai A sebanyak 5 orang. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran melalui kegiatan supervisi individual lebih meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran tematik. Pada siklus II ini menunjukkan meningkat dibanding hasil siklus I (B) peningkatannya 47% dan sudah tidak ada guru yang mendapatkan nilai C. Maka tidak perlu dilaksanakan siklus III karena sudah terbukti peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran tematiknya.

Kata kunci: kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran tematik, teknik supervisi individual
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP KURIKULUM 2013 MELALUI BIMBINGAN TEKNIS BAGI GURU
Oleh:
Nursahid
Email: snur70095@gmail.com
SMA Negeri 1 Pagerbarang

ABSTRAK
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru di SMA Negeri 1 Pagerbarang Kabupaten Tegal dalam menyusun dokumen RPP kurikulum 2013. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP Kurikulum 2013. Subjek penelitian adalah guru kelompok A atau mata pelajaran wajib berjumlah 14 orang, terdiri 6 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah(PTS). Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan untuk mengukur layak-tidaknya RPP Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi guru meningkat di setiap siklus, pada kondisi awal dokumen RPP kurikulum 2013 sebanyak 50% kurang layak. Pada siklus I guru yang mampu menyusun RPP Kurikulum 2013 yang masuk kriteria layak terdapat 10 orang (71%) dan pada siklus II menjadi 13 orang (93%), kriteria cukup layak pada siklus I ada 4 orang (29%) dan pada siklus II menurun menjadi 1 orang (7%) sehingga terdapat penurunan 3 orang (22%), selanjutnya RPP Kurikulum 2013 dengan kriteria kurang layak pada siklus I dan siklus II tidak ada. Dapat disimpulkan bahwa melalui Bimbingan Teknis dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP Kurikulum 2013. Saran dalam penelitian ini adalah RPP Kurikulum 2013 hasil Bimbingan Teknis yang termasuk kriteria layak hendaknya dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran dan pelaksanaan pelatihan Bimbingan Teknis memerlukan perencanaan yang diawali dengan analisis terhadap kesulitan yang dihadapi guru.

Kata Kunci : Kompetensi Guru, RPP Kurikulum 2013, Bimbingan Teknis
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BANGUN RUANG SISI DATAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TRADE A PROBLEM KELAS 8.1 SMP NEGERI 13 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Oleh:
Astuti
Email: astutiwaluyo4@gmail.com
SMP Negeri 13 Bintan

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi pokok bangun ruang sisi datar kelas 8.1 SMP Negeri 13 Bintan tahun pelajaran 2018/2019.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Adapun dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode interview (wawancara), dokumentasi, tes, dan observasi.
Pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga siklus yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada pra siklus, hasil belajar peserta didik diperoleh dari evaluasi sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem. Pada siklus I dan II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikutnya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikutnya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari tiap siklus akan diukur keaktifan, hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus diperoleh rata-rata keaktifan, hasil belajar dan ketuntasan belajar pada pra siklus adalah 46,67%. Setelah dilakukan siklus I peserta didik yang tuntas belajar atau yang mendapat nilai ≥ 70 sebanyak 22 peserta didik atau 73,33% dan yang tidak tuntas belajar atau yang mendapat nilai < 70 sebanyak 8 peserta didik atau 26,67%. Nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar 74,83, serta rata-rata keaktifan peserta belajar didik 74,67%. Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran siklus I masih perlu diperbaiki agar terjadi peningkatan sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan yakni nilai rata-rata kelas ≥ 70 dengan ketuntasan klasikal 85%.
Pada siklus II peserta didik yang tuntas belajar atau yang mendapat nilai ≥ 70 sebanyak 29 peserta didik atau 96,67% dan masih ada 1 siswa atau 3,33% siswa yang tidak tuntas belajar. Nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar 83,23 serta rata-rata keaktifan belajar peserta didik meningkat menjadi 85,67%. Hasil pada siklus II menunjukkan peningkatan dari siklus sebelumnya dengan indikator keberhasilan sudah terpenuhi.

Kata kunci: keaktifan dan hasil belajar, model pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem
Download PDF

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP PADA SISWA KELAS 7.2 SMP NEGERI 13 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Oleh:
Radiah
Email: hjradiahss@gmail.com
SMP Negeri 13 Bintan

ABSTRAK
Pendekatan pembelajaran ini menekankan pada perkembangan untuk membangun manusia yang memiliki kemampuan, tanggung jawab, dan perhatian pada sesama. Setiap pribadi diarahkan agar terbentuk pola perubahan perilaku yang baik bagi kehidupannya di masyarakat. Siswa dan guru berlatih dan bekerja bersama sebagai tim guna mencapai kesuksesan bersama. Penelitian ini dibatasi tentang peningkatkan keaktifan, cara belajar dan prestasi belajar IPA siswa kelas 7.2 semester genap SMP Negeri 13 Bintan tahun pelajaran 2018/2019. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, Apakah penggunaan metode Discovery Learning dapat meningkatkan keaktifan, cara belajar, dan prestasi belajar IPA siswa kelas 7.2 semester genap SMP Negeri 13 Bintan tahun pelajaran 2018/2019? Apakah model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keaktifan, cara belajar, dan prestasi belajar tentang materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas 7.2 semester genap SMP Negeri 13 Bintan tahun pelajaran 2018/2019?
Hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas belajar siswa dari seluruh aspek mengalami peningkatan. Persentase hasil belajar pada siklus I sebesar 73,33%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 96,67%. Perolehan angka tersebut telah mencapai indikator keberhasilan 85%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 7.2 SMP Negeri 13 Bintan tahun pelajaran 2018/2019 pada mata pelajaran IPA. Metode pembelajaran Discovery Learning sangat sesuai diterapkan di zaman sekarang dan efektif sekali apabila diterapkan pada pembelajaran IPA tentunya dengan bimbingan guru dalam pelaksanaannya.

Kata kunci: metode pembelajaran penemuan penemuan (discovery learning), hasil belajar
Download PDF

PENGGUNAAN STRATEGI SENTENCE COLLECTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS 7.1 SMP NEGERI 13 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Oleh:
Arnelis
Email: aarnelis994@gmail.com
SMP Negeri 13 Bintan

ABSTRAK
Berdasarkan pada hasil wawancara dan hasil pretes di SMP Negeri 13 Bintan, menunjukkan bahwa hasil belajar menulis teks prosedur peserta didik masih tergolong rendah, dengan perolehan ketuntasan klasikal dari 31 peserta didik sebesar 48,39% atau hanya 15 peserta didik yang berhasil mencapai nilai diatas KKM. Faktor yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar menulis peserta didik; yaitu (1) minat belajar peserta didik masih kurang dan cenderung bosan pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) peserta didik kurang konsentrasi dalam menerima pelajaran, (3) peserta didik kurang memahami materi tentang menulis teks prosedur, sehingga sulit membedakan dengan jenis teks yang lain, (4) peserta didik kesulitan mengembangkan gagasan, dan (5) peserta didik masih belum bisa menggunakan bagaimana penelitian yang baik dan benar dari segi ejaan, tanda baca, dan pilihan kata. Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan Strategi Sentence Collections dan untuk meningkatkan hasil belajar menulis teks prosedur peserta didik kelas 7.1 SMP Negeri 13 Bintan.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam siklus I dan siklus II, yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini, yaitu proses pembelajaran, peningkatan keterampilan menulis teks prosedur peserta didik, perubahan sikap peserta didik, dan tanggapan peserta didik pada kegiatan pembelajaran menulis teks prosedur dengan strategi Sentence Collection pada peserta didik kelas 7.1 SMP Negeri 13 Bintan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes dan untuk menganalisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif, dengan target ketuntasan klasikal sebesar 85%, dengan nilai KKM 70.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam dua siklus, proses pembelajaran menulis teks prosedur mengalami peningkatan pada setiap aspek pengamatannya, dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 74,16 meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 82,94. Untuk hasil peningkatan hasil belajar menulis teks prosedur mengalami peningkatan dari hasil prasiklus, siklus I, sampai siklus II. Meningkatnya hasil belajar peserta didik juga diiringi dengan perubahan sikap peserta didik. Hasil perubahan sikap religius mengalami perbedaan pada perolehan nilai modus antara siklus I dan siklus II serta memperoleh hasil yang sama pada jumlah ketuntasan secara keseluruhan yaitu sebanyak 31 peserta didik berhasil mencapai nilai KKM.

Kata Kunci: Strategi Sentence Collections, Hasil Belajar
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESCRIPTIVE TEXT MELALUI METODE PEMBELAJARAN TEXT-BASED INSTRUCTION SISWA KELAS 7.2 SMP NEGERI 13 BINTAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Oleh:
Ellyza Vivawati
Email: ellyzavivawati65@gmail.com
SMP Negeri 13 Bintan

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis Descriptive Text siswa dengan mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Text-Based Instruction dalam pembelajaran menulis Descriptive Text siswa kelas 7.2 SMP Negeri 13 Bintan. Peningkatan tersebut mencakup proses dan produk.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif dan partisipatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bintan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7.2 SMP Negeri 13 Bintan yang berjumlah 30 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing- masing siklus dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket, lembar pengamatan, catatan lapangan, lembar penilaian, dan dokumentasi kegiatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup proses tindakan kelas yang dilakukan secara kualitatif dan hasil analisis tindakan yang berupa skor secara kuantitatif.
Hasil penelitian ini ditunjukkan sebagai berikut. Pada hasil pra tindakan saat proses pembelajaran menulis Descriptive Text, keaktifan siswa masih didominasi oleh beberapa siswa dan antusiasme siswa masih kurang sehingga skor rata-rata hasil menulis Descriptive Text masih blum memenuhi KKM. Setelah diterapkan metode pembelajaran Text-Based Instruction terjadi peningkatan proses pembelajaran menulis Descriptive Text. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan siswa, antusiasme, dan rasa percaya diri dari siswa saat pembelajaran. Peningkatan juga terjadi pada skor hasil menulis Descriptive Text dari pra tindakan, siklus I hingga siklus II. Peningkatan nilai rata-rata pada pada pra tindakan adalah 68,57, pada siklus I meningkat menjadi 77,57, pada siklus II meningkat menjadi 83,13. Dengan demikian, keterampilan menulis Descriptive Text siswa kelas 7.2 B SMP Negeri 13 Bintan telah mengalami peningkatan baik secara produk maupun secara proses setelah diberi tindakan dengan menggunakan metode pembelajaran Text-Based Instruction.

Kata kunci: keterampilan menulis, metode pembelajaran text-based instruction
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN ADMINISTRASI MELALUI KEGIATAN SUPERVISI MANAJERIAL DI RAYON 1 KECAMATAN BATHIN SOLAPAN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Oleh:
Yurnidawati
Email: yurnidawati20@gmail.com
Dinas Pendidikan Kab.Bengkalis

ABSTRAK
Sekolah yang administrasinya kurang efektif dan kurang efisien akan menghambat penyelenggaraan upaya sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan (Engkoswara, 1987: 42). Secara umum, administrasi sekolah dapat diartikan sebagai upaya pengaturan dan pendayagunaan seluruh sumber daya sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah secara optimal.
Tanpa manajemen dan administrasi yang baik, sulit kiranya bagi sekolah untuk berjalan lancar menuju ke arah tujuan pendidikan dan pengajaran yang seharusnya dicapai sekolah itu.
Pada pra tindakan dihasilkan skor rata-rata seluruh sekolah binaan 25,66 artinya kemampuan kepala sekolah dalam pengelolaan administrasi cukup.
Pada siklus I mendapatkan skor rata-rata seluruh sekolah binaan 56,22 artinya kemampuan kepala sekolah dalam pengelolaan administrasi baik, sedangkan target penelitian ini adalah kemampuan kepala sekolah dalam pengelolaan administrasi amat baik, maka supervisi manajerial akan di tambah waktunya dalam siklus II.
Pada siklus II dihasilkan skor rata-rata seluruh sekolah binaan 75,77 artinya kemampuan kepala sekolah dalam pengelolaan administrasi amat baik, artinya sudah memenuhi target kemampuan kepala sekolah dalam pengelolaan administrasi.
Pada hasil observasi peneliti menilai bahwa guru sudah mampu menertibkan administrasi kesiswaan, guru mampu dalam menertibkan administrasi kurikulum, guru mampu dalam menertibkan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan, guru mampu dalam menertibkan administrasi sarana-prasarana, guru mampu dalam menertibkan administrasi keuangan (bendahara).

Kata kunci: kemampuan kepala sekolah dalam pengelolaan administrasi, supervisi manajerial
Download PDF

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK KEPALA SEKOLAH MELALUI PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS DI RAYON 2 KECAMATAN BATHIN SOLAPAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Oleh:
Eltrizar
Email: eltrizar.pupns@gmail.com
Dinas Pendidikan Kab.Bengkalis

ABSTRAK
Keberhasilan kepala sekolah sebagai seorang pemimpin ditentukan oleh faktor-faktor mendasar kepemimpinan yang dimilikinya. Jabatan pimpinan kepala sekolah yang kompleks dan unik menurut persyaratan-persyaratan tertentu, seperti persyaratan kepemimpinan pada umumnya, juga memerlukan persyaratan khusus, yaitu kompetensi kepala sekolah.
Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya kepala sekolah harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya. Oleh karenanya peneliti merasa perlu sekali untuk meningkatkan kompetensi pedagogik kepala sekolah melalui supervisi klinis. Supervisi klinis merupakan pembinaan profesional yang dilakukan secara sistematis kepada kepala sekolah sesuai kebutuhan kepala sekolah yang bersangkutan dengan tujuan untuk membina kompetensi profesionalnya.
Hasil penelitian ini adalah pada pra siklus peneliti baru mengamati seberapa besar kompetensi pedagogik kepala sekolah dan ternyata hasilnya sangat rendah yakni mendapat skor rata-rata hanya mencapai 6,4 artinya kompetensi pedagogik kepala sekolah kurang baik.
Lalu dilanjutkan siklus I peneliti (kepala sekolah) sudah mengadakan supervisi klinis untuk memperbaiki kompetensi pedagogik kepala sekolah di Rayon 2 Kecamatan Bathin Solapan.
Dilihat dari hasil supervisi ada peningkatan skor rata-rata dari pra siklus ke siklus I, dimana hasil skor rata-rata observasi pra siklus hanya mencapai skor 5 sementara pada siklus I mencapai 11,4 yang artinya kompetensi pedagogik kepala sekolah baik.
Selanjutnya pada siklus II, hasil supervisi mencapai skor 15,8 artinya kompetensi pedagogik kepala sekolah sangat baik.
Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa, supervisi klinis sangat efektif untuk meningkatakan kompetensi pedagogik kepala sekolah.

Kata kunci: kompetensi pedagogik kepala sekolah, supervisi klinis, rayon 2 kecamatan bathin solapan
Download PDF


Belum ada Komentar untuk TAHUN KETIGA JURNAL INSPIRATOR GURU

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait TAHUN KETIGA JURNAL INSPIRATOR GURU

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi TIM kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.